Setelah Renata memesan kopi, dia pun mengobrol sama Morgan sambil menunggu kopinya datang. Mereka pun ngobrol banyak hal dan beberapa menit kemudian, kopinya pun datang. Mereka pun minum kopi bersama-sama sambil menikmati penerbangan pesawat yang mereka tumpangi.
Beberapa jam kemudian, mereka pun mendarat dulu di Istanbul. Mereka mendarat di situ, karena tiket pesawat yang kemarin mereka beli ada 2 pesawat yang nanti mereka naik.
Mereka akhirnya menunggu sekitar 3 jam di bandara. Mereka sambil tunggu jam penerbangan, mereka makan siang terlebih dahulu. Mereka makan sambil ngobrol-ngobrol.
Sehabis makan, mereka pun kembali lagi di tempat tunggu. Setelah beberapa menit kemudian, panggilan bahwa pesawat yang mereka naik sudah dibuka pintunya. Mereka pun langsung check in.
Setelah check in, mereka akhirnya masuk ke pesawat sambil menunggu pengumuman pesawat akan berangkat. Mereka sambil menunggu itu, mereka pun ngobrol bareng.
Beberapa menit kemudian, pesawat pun berangkat. Ketika pesawat sedang terbang, mereka semua sedang menonton film yang ada dilayar belakang kursi. Mereka menonton film sambil ada minuman kopi dimeja pesawat tersebut.
Mereka pun nonton film tersebut selama kurang lebih 2 jam dan setelah itu, mereka pun tidur.
Mereka pun tidur selama kurang lebih 5 jam di pesawat. Sehabis bangun dari tidur di pesawat, mereka pun memesan makan malam, karena mereka pada lapar. Mereka memesan nasing goreng yang sama.
Sambil menunggu makanan datang, mereka pun ngobrol banyak hal. Sampai tidak terasa makanan yang mereka pesan pun datang. Ketika makanan datang, mereka pun langsung menikmati makanan tersebut sambil ngobrol.
Sehabis makan, mereka ngobrol lagi sebentar. Sehabis mengobrol, mereka pun nonton film bersama.
Sampai tidak terasa tiba-tiba ada pemberitahuan bahwa pesawat 30 menit lagi akan mendarat di Semarang, Indonesia. Ketika mengetahui itu, Morgan dan Renata pun bahagia dan mereka langsung merapikan barang yang ada di meja dan kursi pesawat.
Setelah itu, mereka langsung memasang sabuk pengaman yang ada disamping mereka. Karena sebentar lagi pesawat akan mendarat.
Akhirnya tepat 30 menit kemudian, pesawat pun mendarat. Mereka pun mulai mengambil barang-barang yang ada di loker atas pesawat. Setelah itu, mereka pun mulai turun dari pesawat.
Setelah turun dari pesawat, mereka pergi ke arah tempat pengambilan barang bagasi. Mereka pun merasa senang, karena dapat kembali ke Indonesia negara tercinta dengan selamat.
Ketika sampai di tempat pengambilan barang, mereka pun mengantri dengan orang-orang yang banyak juga mau mengambil barangnya.
Sekitar 30 menit kemudian, semua barang sudah diambil dan mereka langsung keluar ke tempat tunggu. Ketika keluar dari tempat pengambilan barang, mereka langsung disambut oleh Ce Lovi dan calon suaminya.
Ketika disambut oleh oleh calon suaminya, Morgan dan lainnya pun kaget dan calon suaminya juga. Ternyata calon suaminya adalah guru olahraga mereka saat SMA. Guru tersebut yang bernama Pak Benny dan sekarang mereka semua panggil Ko Benny. Ko Benny pun menanyakan kabar mereka semua dan mereka semua menjawab baik.
Setelah itu, mereka masuk ke mobil Ko Benny. Ko Benny membawa mobil Elf milik kantornya, yang sekarang sudah punya usaha sendiri dan sudah tidak kerja jadi guru lagi.
Ketika diperjalanan pulang, Ko Benny pun ngobrol bareng dengan Ce Lovi, Morgan, Nicole, dan lainnya. Ko Benny pun juga berkenalan dengan Daniel yang merupakan pacar Nicole. Setelah itu, mereka lanjut perjalanan ke rumah Morgan dengan mengobrol banyak hal ketika kuliah di Amerika.
Sesampai dirumah Morgan, mereka semua disambut dengan meriah oleh keluarga Morgan dan Renata. Mereka pun kangen dengan kehadiran Morgan, Renata, Reina, dan Nicole. Mereka pun juga menyambut Sean dan Daniel yang merupakan pacar dari Reina dan Nicole.
Setelah disambut, mereka pun diajak makan siang, karena sudah jam nya makan siang. Mereka pun makan-makanan yang telah dipesan oleh orang tua Morgan. Mereka pun makan sambil ngobrol tentang di Amerika. Morgan pun juga menceritakan tentang progress perkembangan kantor disana yang sedang maju pesat, berkat ide-ide dari Morgan dan lainnya. Mereka juga menceritakan tentang hal-hal yang ada di perkuliahan tersebut.
Ketika sudah selesai makan, tiba-tiba Nicole masuk ke kamar untuk mengambil sebuah bingkisan besar untuk Ce Lovi. Setelah keluar dari kamar, Nicole pun memberi bingkisan tersebut ke Ce Lovi. Saat itu, Nicole menyuruh Ce Lovi untuk membukanya.
Ketika Ce Lovi membuka bingkisan tersebut, ia terkejut melihat sebuah gaun yang anggun nan mewah. Nicole pun memberitahu bahwa itu adalah gaun dari hasil rancangan Nicole sendiri, yang dimana itu adalah hasil kemarin dari pembuatan projek besar. Ketika itu juga, Ce Lovi menjadi senang dan bahagia mendapatkan sebuah gaun dari hasil rancangan adiknya sendiri.
Setelah membuka bungkusannya, Ce Lovi mengajak Nicole, Reina, dan Renata menemaninya untuk mengepas gaunnya. Ketika selesai memakai gaun tersebut, Ce Lovi pun keluar dari kamarnya. Saat itu juga Ko Benny yang sedang duduk berhadapan dengan pintu kamar Ce Lovi langsung terkejut melihat gaunnya yang cocok untuk calon istrinya dan yang lain pun juga terkagum-kagum melihat kecantikannya Ce Lovi menggunakan gaun hasil rancangan Nicole saat di Amerika.
Setelah melihat gaun yang digunakan oleh Ce Lovi, Ce Lovi pun kembali ke kamar untuk ganti baju yang sebelumnya dia pakai. Setelah itu, dia pun lanjut ikut ngobrol bareng, sampai tidak terasa, jam sudah menunjukan pukul 7 malam. Mereka semua pamit pulang ke rumah masing-masing.
Setelah itu, Morgan dan lainnya pun lanjut ngobrol lagi. Morgan dan Nicole pun menanyakan kapan pesta pertunangannya diadakan. Ketika Morgan dan Nicole menanyakan itu, Ce Lovi memberitahu sekitar tanggal 27 Desember dan tempatnya di sini, demi menjaga kesehatan bersama dari virus Covid-19. Ce Lovi pun juga memberitahu orang yang boleh datang hanya temannya Ce Lovi, temannya Nicole dan Morgan, beberapa teman papa dan mamanya Morgan serta keluarga papa dan mamanya Morgan. Untuk tiap teman mereka yang boleh datang sejumlah 10 orang.
Ketika sudah mengetahui itu, Morgan mengajak Renata, Reina, Daniel, Sean, Andre, Jane, Cindy, Amanda, Jason, Joshua, dan Gery, yang kebetulan mereka sedang ada di Indonesia. Morgan pun memberitahu bahwa tanggal pasti acaranya nanti akan dikabari dalam waktu 3-5 hari lagi.
Setelah itu, Morgan dan Nicole pun melanjutkan ngobrol tentang kegiatannya di Amerika, lebih tepatnya di kota California. Mereka pun cerita ketika bekerja di kantor milik papanya. Mereka cerita ketika pertama kali bertemu dengan asisten direktur, kemudian bertemu dengan sekretarisnya, hingga mereka sempat menjodoh-jodohkan teman mereka dengan sekretaris papa mereka. Ketika mendengarkan cerita itu, mereka semua pun tertawa. Mereka memberitahu tentang beberapa teman baru di asrama.
Sampai tidak terasa jam sudah menunjukan pukul 10 malam, semua akhirnya masuk kamar. Ketika di kamar, Morgan dan Nicole tidak langsung tidur. Mereka melanjutkan kegiatan telepon teman-teman mereka melalui grup call.
Mereka pun teleponan membahas banyak hal hingga menggibah, sampai akhirnya tidak terasa jam sudah menunjukan pukul 12 malam. Akhirnya, mereka semua pada menutup telepon dan setelah itu, mereka langsung tidur. Mereka langsung tidur disebabkan capek, setelah pulang dari Amerika yang membutuhkan waktu kira-kira 16 jam lebih.