28 |KEHILANGAN

2378 Kata

“Ketika kita percaya bahwa tak ada satu pun kehilangan yang direncanakan, maka selayaknya kita juga paham, perpisahan pun demikian.” Pinterest.com ANNISA setengah sadar saat kami tiba di rumah sakit sebelum kemudian beberapa tenaga medis membantuku memindahkannya ke brankar dorong lantas terburu-buru membawanya ke instalasi unit gawat darurat. “Jangan tinggalkan aku Gibran.” Bibir pucat Annisa bergumam dengan susah payah sementara genggaman tanganku di telapak tangannya yang dingin semakin mengerat. “Aku di sini, jangan khawatir,” jawabku sembari menatap resah dirinya. Hatiku mencelus melihat senyum sendu di garis bibir Annisa yang terkesan memaksa, sebuah senyum yang mungkin juga terulas di bibir Afra sekarang. Aku kehilangan Annisa tepat setelah dia masuk ke ruang pemeriksaan sementa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN