“Izinkan aku menjadi setitik cahaya dalam gelapmu. Walau ku tak bisa bersinar seterang dia yang memenuhi langitmu itu.” @tsani.f SILAU cahaya matahari masuk melewati jendela yang terbuka hingga mengusik tidurku. Aku belum ingin terbangun lalu membalikkan tubuh mencari posisi nyaman untuk kembali tidur, namun posisi ini malah membuat wajahku harus berhadapan dengan wajah Gibran yang masih tertidur pulas sambil memeluk perutku posesif. Dahiku berkerut saat merasakan sensasi asing dari tubuhku kemudian terbelalak saat itu juga ketika mengingat pergumulan kami kemarin malam. Rasa kantukku seketika menghilang, dengan hati-hati aku mengangkat selimut yang menutupi tubuh kami dan kembali syok saat menyadari kami sama-sama masih telanjang bulat dibaliknya. Aisshhh, kenapa aku mendadak jadi malu

