“Yang kunanti bukanlah mentari, tetapi senyummu sembari mengucap selamat pagi.” @gupta_girinanta “APAPUN yang sedang otakmu pikirkan sekarang, aku akan memberinya jawaban. Aku-tidak-akan-menceraikanmu.” Gibran mengeja setiap kata di akhir kalimatnya hingga telingaku dapat mendengarnya dengan jelas. “Kenapa?” aku bertanya sambil menatapnya resah. Wajah garang Gibran melunak, laki-laki itu mengambil napas sedalam-dalamnya kemudian bertanya balik, “Gantian aku yang tanya. Apa yang membuatmu sampai berpikir aku akan menceraikanmu?” Aku terdiam, bibirku terkatup rapat. Menyembunyikan wajahku dengan menunduk, aku bergumam pelan, “Banyak sekali alasan.” Gibran meletakkan jemarinya di daguku lalu mengangkatnya hingga aku kembali memandang wajahnya. “Coba sebutkan semua, biar aku juga bisa meni

