“ADA beberapa hal yang ingin kutanyakan padamu,” ujar Gibran ketika mereka berada di taman panti asuhan sedang mengawasi Satria bermain petak umpet bersama anak-anak panti lainnya. “Tanya apa?” jawab Afra. “Saat di bandara, apa kamu menemuiku atau tidak? Sebelum pingsan aku mendengar suara wanita yang mirip denganmu, dia memelukku dan terlihat sedih. Meskipun Tiara bilang itu hanya halunasiku saja tapi entah kenapa aku merasa kalau itu bukan sekadar khayalan. Itu benar-benar kau kan?” Afra memilih berpaling menatap Satria yang menutup mata menggunakan kedua tangannya sambil berhitung satu sampai sepuluh menunggu teman-temannya selesai bersembunyi. “Afra…” panggil Gibran lirih. Wanita itu menghela napas dalam-dalam kemudian menjawab, “Bukan.” Gibran mengernyitkan dahi sambil geleng-gele
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


