Di bawah pendopo digelar karpet lebar. Semua santri dan keluarga yang ikut dipersilakan untuk duduk di karpet itu. Semen tara tiga orang yang akan diru kyah akan berbar ing masing - masing pada ranjang yang telah disediakan. Pertama-tama para santri memindahkan Lazuardi dadi brankar pada ranjang itu. Lengkap dengan tiang infus, juga tabung oksigen kecil yang terhubung dengan kan ula di dalam hidungnya. Ibuk kemudian ditu ntun oleh Mbak Sakina dan Mbak Kinanti untuk berbagai pada ranjang yang lain. Terakhir saya. Herm an tengah memb uka ikatan yang menali kain hitam itu. Kemudian juga membuka gulungan yang melilit tubuh saya. Ia dibantu oleh dua orang santri, kemudian membaringkan saya pada ranjang yang berada di tengah. Saya nam pak paling kotor di antara yang lain. Baju saya begitu ko

