Dua Sejoli

1277 Kata

"Assalamualaikum." Dia membalas senyuman saya setelah mengucap salam. "Waalaikumsalam." Saya segera menggeser kursi agar ia bisa segera duduk. "Lama nunggunya?" tanyanya sembari duduk pada kursi yang saya geserkan. "Enggak kok." "Bohong ya." "Enggak salah maksudnya." Merasa kena jebakan, ia pun segera mencubit pipi saya. "Anak kecil nyebelin." "Bilang anak kecil tapi situ cinta." Dia hanya senyum senyum tidak jelas mendengar ucapan saya. "Belum mesen kamu?" tanyanya kemudian. Saya menggeleng. "Belum lah. Nunggu kamu. Nanti takut kamu ngga cocok. Kamu kadang kan suka rum Tegal. Tapi kadang juga suka banana coffee. Dari pada salah pesen." "Ya Allah sayang, kan setidaknya kamu bisa pesan dulu diri kamu sendiri. Atau kamu kan bisa nanya aku." Saya hanya cengengesan. "Nggak ah. Ntar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN