"Kamu belum mati." Ia tersenyum menjelaskan itu. "Lalu kenapa saya di sini?" Saya akhirnya buka suara setelah sekian lama terdiam. "Ada beberapa manusia spesial yang bisa masuk ke sini. Seperti manusia itu mendapat reward atas banyak kebaikan yang ia lakukan selama hidup di dunia. Kamu berarti adalah salah satu manusia terbaik. Makanya kami berhak mendapatkan hadiah, untuk singgah di sini sejenak. Melihat indahnya gambaran Surga nanti. Tapi hanya sebentar. Kamu akan kembali ke dunia sebentar lagi." Jujur saya senang mendengar jawaban Nina. Saya menengok ke sekitar. Sedang mencari .... "Kamu cari Hanin? Itu dia. Sedang main sama anak-anak lain." Nina menunjuk Hanin. Seorang gadis kecil nan cantik. Wajahnya perpaduan yang begitu pas antara ayah dan ibunya. Hanin menatap saya. Ia tersen

