Addy bangun pagi itu dan kembali mengumpat ketika shower-nya kembali tidak menyala. Sialnya, pancuran airnya tersebut pasti selalu tidak menyala saat Addy sedang keramas dan belum membilasnya. Addy menggerutu. "Tidak ada pilihan lain," ucapnya. Dia segera mengambil bathrobe dan handuknya, kemudian keluar dari apartemennya, menuju apartemen di atasnya. Iya, dia memang tidak tahu diri setelah menolak permintaan Dean dan akhirnya dia sendiri yang menghampiri Dean pagi ini. Tapi, Addy tidak peduli. Sangat tidak peduli, karena kariernya kini juga sedang dipertaruhkan. Mindy akan membicarakan konsep lanjutan untuk pemasaran dengan proyek Dean, dan wanita itu menginginkan dia datang pagi-pagi. Addy mengetuk pintu di hadapannya. Dia menggerutu lagi ketika Dean tidak segera membuka pintu. "Dean!"

