Chapter 23

1073 Kata

Addy melirik-lirik Ayahnya yang berbicara dengan adiknya, Kentzo, ketika acaranya sudah dimulai. Semua keluarga besar Oma dan Opa Addy ada di satu meja besar yang sama. Addy berniat untuk memberitahu ayahnya soal perlombaan musik yang posternya tadi siang, dan menurutnya inilah saat yang tepat karena jika tidak diizinkan sekalipun, ayahnya tidak akan marah langsung padanya, karena dia pasti akan segan jika marah di depan umum begini. "Ayah," panggilnya. Bahkan sebelum mengatakan apa yang diinginkannya, jantung Addy sudaha berdetak lebih kencang. Ayahnya menoleh. "Hm?" "Hm... Ada yang ingin aku katakan." Sean Wijaya membenarkan duduknya san sekarang benar-benar menatap Addy. Bukannya tenang, Addy malah semakin takut. "Go ahead, Addy." Addy mengangguk. "Aku lihat ada perlombaan musik,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN