Dean tahu apa yang akan terjadi setelah dia membawa Addy ke rumah sakit dan tidak memedulikan tanggapan orang yang mungkin curiga kenapa Dean bisa sepanik itu sampai memaksa membawa Addy ke rumah sakit. Dean tahu konsekuensinya; akan banyak orang yang bertanya, akan banyak orang yang mungkit curiga dan akan mengawasi mereka, dan seperti sekarang ini, dia dipanggil ke ruangan Kepala Sekolah; Ibu Amanda. Dean tersenyum simpul saat duduk di hadapan wanita paruh baya itu. “Ibu memanggil saya,” ucap Dean sopan. Bu Amanda mengangguk dan menghela napas. Dia menatap Dean serius. “Kemarin Bapak melewatkan kewajiban Bapak untuk mengajar hanya karena salah satu murid pingsan dan Bapak memaksa untuk membawanya ke rumah sakit. Bisa saya tahu apa alasannya?” Dean paham bahwa sekolah ini tergolong san

