“Jadi, kamu mau datang dengan saya?” tanya Dean. Mereka masih berada di parkiran sekolah dan sepertinya Dean belum memiliki niatan untuk menghidupkan mesin mobilnya sama sekali. “Kalau aku turuti, memangnya aku akan dapat imbalan apa?” Dean berdecak. “Ingat saya membantu kamu saat lomba itu, anggap saja ini balas budi kamu.” Addy berdecih. Dia melipat kedua tangannya di depanmya dan menyandarkan tubuhnya ke kursi di sampingnya. “Pamrih,” ucapnya ketus. “Kamu juga.” Dean melirik Addy yang belum memasang sabuk pengamannya ketika dia menyalakan mesin mobilnya. “Pakai seatbelt-nya.” Addy menoleh dan tersadar dia belum memakai sabuk pengamannya. Langsung saja ia menariknya untuk memakainya, namun sialnya sabuk itu tersangkut. Addy kebingungan. Ingin meminta tolong, tapi dia terlalu gengs

