Addy menoleh pada seorang wanita paruh baya yang duduk di hadapannya. Posisi Addy berada di tengah empat wanita yang duduk melingkar di kursi mereka masing-masing dan sekarang menatapnya dengan tatapan menuntut penjelasan. “Aku...memang selalu menyediakan ini jika membawa Kanaya keluar. Karena...well, tidak mungkin aku memberikannya langsung.” Irana menghela napas dan tersenyum kecil. “Dia masih belum berpengalaman, jadi maklumi saja,” ucap Irana dengan tatapan meremehkan. “Tapi, tidak seharusnya anak kamu dibiasakan dengan dot bayi seperti itu, dia bisa susah beradaptasi jika dia ingin ASI langsung.” Addy tahu siapa wanita paruh baya yang kali ini menimpali ucapan Irana. Dia adalah adik dari Irana yang saat Dean mengumumkan soal pernikahan mereka, dia yang pertama kali sepikiran dengan

