22. A Gift

956 Kata

WARNING!! 17++ (Bacanya jangan sambil halu!) *** Hadiah terindah Hadiah dari ketulusan hati *** Vino menepati janjinya, kalo setelah operasi Alezka berhasil, kita baru pulang ke Indo. Dan tak lupa sebelumnya kami mengunjungi makam Papa Vino.  Aku excited banget, udah kangen masakan Mommy. Kangen Jovanka dan manjanya Felly. Apalagi sama debay Olivia. "Seneng banget sih?" Vino menatapku. "Iya dong. Aku nggak terlalu suka Jerman. Mending ke Korea..." "Iya ... iya," Vino ngerangkul bahuku. "Augie?" Kami menoleh ke arah suara. Bramasta? Oh, jadi juga dia sama si jalang itu... Whoaaa! "Apa kabar, Gie?" tanyanya. "Baik. Selalu baik. Udah punya anak berapa?" Dia menggeleng,"Belom. Oya...ini Astrid, istriku." "Dalam rangka honeymoon dong. Congrat ya? Hm, ini suamiku." "Dokter yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN