••• "You usually making out with some girls?" aku menatapnya. Dia yang tengah diatasku, kurasakan uaran aroma mint dari nafasnya. "Kenapa? Kamu nyesel?" matanya sendu, jelas ada penyesalan disana. Ku tahu itu. Aku menggeleng,"Nggak. Itu masa lalumu, udah kubilang kan? Aku cuma pengen tau, Vin. Nggak lebih dari itu. Kadang, mereka sama sepertiku. Mereka mengalami hal yang kualami. Mereka datang dari masa lalu tanpa diundang, karena masih ada 'sesuatu' yang terkait. Aku percaya itu. Seperti kita. Aku juga adalah sosok masa lalumu, bukan?" "Please, kita akan nikah Gie. Aku nggak mau gara-gara ini kamu nolak aku. Nggak. Nggak lagi." Vino memelukku erat. Wajahnya tenggelam diceruk leherku. Basah. Vino menangis? Tanganku terulur mengusap kepalanya sayang. Tubuhnya bergetar. "Vin, hei Vi

