•• Happy reading guys... •• "Nggghhh..." "Ambigu banget sih, ngulet sambil ngedesah gitu....ck...ck..." Suara itu... Kubuka mataku. Udah terang. Jam berapa ini? Hah?! Jam 6.00 udah seterang ini. Aku cepat duduk, mengumpulkan nyawa yang entah masih dimana kelayapannya. "Masih pusing, hm?" "Anoa!!" kagetku. "Vino?! Kok-" "Ini rumahku. Semalam kamu pingsan. Kenapa sih kok dipikirin banget? Santai aja... Aku nggak pengen jawabannya sekarang kok. Nanti aja , seudah kamu siap lahir batin." katanya. Dia beringsut mendekat, duduk dikasur. Menatapku. "Maaf, semalem...bajumu kotor, jadi ya terpaksa," "A-apa maksudmu? Terpaksa apa?" "Ya terpaksa kuganti, daripada kotor gitu. Kayaknya asistenku nyiram taman plus halaman juga. Jadi agak becek. Nah kamu jatuh dibecekan itu," celotehny

