Mata sembab sehabis menangis tidak dapat membohongi semua orang jika perempuan itu baik-baik saja. "Ibu kenapa?" tanya Gendis. "Ah, saya gak apa-apa, Dis! Lily ke mana? Apa sudah dikontrol dengan Farhan?" "Sudah tadi Buk, dan sekarang dia lagi main sama Ninu dan mbak Nana!" "Ah ya sudah, saya mau istirahat ke kamar ya. Kepala saya pusing!" Gendis tidak memberikan senyuman sama sekali, ia justru merasa cemas dan ikut sedih, apalagi majikannya itu langsung jalan begitu saja. "Ibu kenapa ya?" *** Bella menumpahkan segala kemelut di hatinya dengan menangis di kamar. Menangis tanpa suara adalah puncak kesedihan paling dalam, bahkan rasa sesak seakan tidak bisa mengendalikan jantung. "Kapan aku terbangun? Kenapa masih di keadaan seperti ini? Tuhan aku mohon, pulihkan kembali seg

