52. Malarindu

2734 Kata

Lalu seingatku setelah hari di mana aku bertemu dengan bang Roland juga, dan si perawan keceh akhirnya membebaskan perasaannya untuk bang Roland, lalu kami jadi intens komunikasi. Ada aja yang kami obrolkan, dan rata rata berisi candaan. Rasanya, kalo sebelumnya handphoneku hanya aku gunakan sebatas urusan pekerjaan, setelah kami semakin dekat, ya jadi sering telponan atau mengirim pesan juga. Bahkan sering juga video call. Dan sudah tidak ada lagi topic pembahasan soal bang Roland. Si perawan keceh juga happy terus, dan hampir tidak pernah jutekin aku lagi. Pokoknya kami telponan jadwalnya random sekali, melebihi jadwal aturan makan obat, yang pagi, siang, malam. Soalnya sore selepas aku selesai dengan pekerjaanku, pasti kami telponan. “Lagi apa Neng?” tanyaku selalu. Basa basi sih, seb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN