Pagi hari, Megan yang jarang sekali tidur di rumah, tiba-tiba pulang dalam keadaan mabuk karena sang ayah kekeh ingin mengakhiri kerjasamanya dengan Devan, karena sudah beberapa kali tidak menghadiri pertemuan penting yang dampaknya bukan hanya dirasakan oleh perusahaan milik Devan, tetapi industri miliknya pun mengalami banyak kerugian. Mulai dari lambatnya proses pemasaran, menjalar ke semuanya. Megan mendobrak pintu ruang kerja sang ayah, lalu masuk dengan langkahnya yang gontai, lalu ia menggebrak meja sangat kencang. Tuan Hadi yang sudah biasa menghadapi sikap putrinya yang seperti itu, diam tidak melakukan apa pun, membiarkan Megan meluapkan emosinya. "Papah tau bagaimana Aku berusaha memisahkan mereka? aku rela mengabaikan semua kontrak dengan majalah lain hanya karna kerja sama i

