Seseorang itu memiliki postur tibuh tinggi, memakai jaket hitam, juga topi berwarna hitam, masuk ke dalam ruangan di mana Vania dirawat, entah dia seorang pria atau wanita, yang jelas gerak-gerik orang itu sangat mencurigakan. Dengan cara mengendap-endap Devan berjalan menuju kamar itu, diikuti oleh Bastian dari belakang. "Kena hajar calon mertua, tau rasa loe," gerutu Bastian atas sikap nekad sahabat sekaligus atasannya itu, dia bahkan sama sekali tidak merasa takut kalau sampai Burhan kembali menghajar dirinya lebih parah lagi. "Berisik!" geram Devan seraya menoleh ke belakang. "Terserah, Dev. Terserah." Sampai di depan pintu, Devan bisa melihat kalau saat ini Burhan sedang tertidur pulas di atas sofa dengan posisi memunggungi pintu. "Burhan tidur, lalu siapa tadi yang masuk?" memper

