Asking for a chance

1186 Kata

"Sial." Ia mendengus saat tidak bisa mengejar Vania, lalu memerintahkan Bastian untuk mengambil kunci mobil di ruangan kerjanya. Sementara Bastian naik ke lantai atas, Devan menunggu di bawah dengan perasaan gusar, melihat kue buatan istrinya berserakan di lantai. "Vania, maafkan aku!" lirih Devan memperhatikan sekeliling, lalu meminta petugas keamanan untuk membuang semua poster, tanpa menyisakan satu pun. Ia mengutuk dirinya atas kesalahan yang sudah ia lakukan, karena sudah tidak berterusterang kepadanya. Saat melihat kue-kue itu, ia melihat kotak berbentuk dadu yang dilempar Vania tadi cukup jauh dari tempat ia berdiri. Ia mengambil kotak itu, membukanya, lalu menangis setelah melihat isinya. "Nia, kamu hamil? kamu mengandung buah cinta kita?" seketika air mata seorang Devan menetes

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN