Lelah? sepertinya tidak ada kata leleh untuk seorang Devan yang sudah cukup lama tidak merasakan nikmatnya surga dunia. Kalau saja dia mau egois, mungkin Devan tidak akan membiarkan Vania tertidur barang sedetik pun. Tidak, Devan membiarkan Vania tidur, setelah waktu menunjukan pukul tiga dini hari, lalu terbangun tepat pukul tujuh pagi, itu pun karena Devan mengganggu tidurnya dengan terus mengusap perut Vania di balik selimut yang menutupi tubuh mungilnya. "Semoga segera ada kabar baik setelah ini." Vania mengerjap, mendapati sang suami masih mengusap perutnya. "Hubby..." panggil Vania dengan suara serak khas bangun tidur. "Iya, sayang?" saut Devan seraya mengecup keningnya singkat, menatap wajahnya lekat-lekat. "Kamu sudah bangun?" sinar matahari yang berhasil masuk, menyilaukan pa

