Kau tak pernah menyadari bertapa aku merindukanmu selama ini...” - Bintang Timur Bintang merasakan cahaya matahari pagi yang meresap memasuki pori-pori kulitnya. Cahaya matahari di Kalimantan yang terasa lebih terik daripada di Jakarta membuatnya merasakan panas yang tak biasa. Beruntung hembusan angin yang menerpa sedikit menghilangkan rasa panas pada wajah dan tangannya. Dengan langkah pelan, dia berjalan menuju mobil sewaannya menuju proyek pembangunan yang ia lakukan. Tangannya terangkat menutupi matanya yang silau karena terik mata hari. Suara pekikan wanita yang melihat apa yang dia lakukan membuat pria itu menundukkan kepala dan mencari sumber suara dari pekikan itu. Dia terdiam saat melihat gerombolan perempuan dengan seragam berwarna hijau layaknya seragam hansip seda

