Setiap hari yang dilakukan Nilam adalah menangis, ia menangisi apa yang terjadi kepadanya, ia menangis dengan perubahan sikap suaminya, perubahan yang menyakitinya. Nilam duduk diam dan menatap Reno Reni yang sudah lelap tertidur. Beberapa saat kemudian, Diana masuk ke kamar dan menghampiri putrinya. “Queen, keluar yuk, Mama mau bicara sama kamu,” kata Diana. Nilam mengangguk, mereka lalu keluar bersama dan duduk di depan kamar si kembar. “Ada apa, Ma?” tanya Nilam. “Bagaimana kabar King?” “Mas King baik-baik saja,” jawab Nilam. “Lalu bagaimana sikapnya?” “Masih seperti biasanya, Ma,” jawab Nilam menunduk sesaat. “Masih sering marah sama kamu?” Nilam mengangguk, lalu berkata, “Tapi, saya masih bersyukur, Ma. Karena Mas King baik-baik saja setelah melawan masa kritisnya. Yang pen

