“Eren mana? Eren?” Pertanyaan King terus membuat Nilam merasa bersalah. Nilam menatap suaminya yang masih terlihat bingung, Nilam tak tahu bagaimana menjelaskan kepada suaminya tentang semua yang terjadi. Dokter memang mengatakan King kehilangan separuh ingatannya, namun mengapa yang King ingat hanya Eren? Nilam bukannya egois, namun King terlihat sedih ketika terus menanyakan Eren kepada Nilam yang sejak beberapa bulan yang lalu menemaninya dan merawatnya tanpa keluhan apa pun. “Kenapa kamu tidak menjawabnya? Eren mana? Kemana Eren?” tanya King lagi. Tak lama kemudian, Sadly datang karena mendengar sesuatu didalam, ia lalu menghampiri bosnya, melihat Nilam yang duduk agak jauh dari King, Nilam terlihat sedih dan terluka hatinya. “Sad, kemana Eren? Kenapa Eren tidak pernah menemani

