CHAPTER #32 TIGA PULUH DUA “Inge!” Teriak Nio. “Iya, mas!” Jawab Inge buru-buru masuk kedalam ruangan. “Ada apa, mas Nio?” “Pulang, yuk!” “Loh, kan mas Nio pulangnya sama bu Alise, gimana sih?” “Yah, gampang. Saya akan buat alasan saja biar Mamah pulang sama Fritzh.” Nio tertawa. Inge hanya geleng-geleng kepalanya. “Mau ngapain sih, mas Nio?” “Saya ingin nyium pipi kamu, Ing.” “Sudahlah, mas. Kita nggak perlu begitu lagi. Saya juga sudah capek pacaran dan main-main terus.” Jawab Inge. Nio terkejut mendengar Inge berkata seperti itu. “Kok, kamu ngomongnya begitu, Ing?” “Iyalah mas. Saya tau kan mas Nio punya pacar di Indonesia. Dia

