CHAPTER #11 SEBELAS Nio sampai didepan rumahnya Rostina. Lalu dia mengetuk pagar halaman rumah Rostina. Rostina keluar dari rumah dan berjalan menuju pagar lalu membukanya, tanpa tersenyum. Nio sudah merasa dan memang sudah berpikir kalau Rostina akan kesal padanya. Itu tersirat setelah melihat deretan telpon tidak diangkat dan itu adalah nomor telepon Rostina. “Ros! Ada apa?” Tanya Nio pura-pura tidak mengerti. “Apanya yang apa-apa? Ada apa mas Nio kesini?” Malah Rostina yang balik bertanya. “Oh jadi kedatangan saya tidak diharapkan? Ya sudah kalau begitu saya pulang saja.” “Silakan mas Nio. Kan mas juga tidak mengharapkan saya telepon kan?” Rostina berjalan kedepan dan membuka pag

