Buka Kartu

1204 Kata

"Mas …!" Aku memalingkan wajah dengan rona wajah yang entah semerah apa sekarang. Malu rasanya jika sampai Mas Aryan nekat melumat bibirku di muka umum. Mau ditaruh di mana mukaku? Aku bukan aktris profesional yang bakal bisa bersikap biasa saja kala melakukan hal intim itu di depan banyak orang. Mas Aryan tersenyum manis saat mungkin menyadari aku tak berkenan melakukan ciuman dengannya kali ini. Bagaimana tidak, ada banyak pasang mata yang menyaksikan adegan kami bukan? "Ya udah, ntar di rumah aja, ya," bisiknya di telinga. Memantik senyum di bibirku. Hati ini masih saja belum percaya kalau ternyata seorang Aryan Wardhana yang terkenal egois dan angkuh bisa sehangat dan seromantis ini. Padaku? Pada seorang gadis kampung yang sebelumnya mendekap seorang Aryan Wardhana ibarat memeluk gun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN