Pagi ini langit tampak cerah, seolah ikut menyambut semangat baru dalam diri Alea. Ia berdiri di depan gedung rumah sakit yang sudah lama tak ia masuki. Sudah tiga bulan ia tidak berdinas di sini — dan kini, kembali ke tempat yang sudah seperti rumah kedua baginya membuat hati Alea hangat. Ia menatap papan nama besar bertuliskan nama rumah sakit tersebut sambil tersenyum. “Akhirnya aku kembali juga,” ucapnya lirih. Di tangannya, Alea membawa dua kantong besar berisi oleh-oleh — makanan dan beberapa suvenir. Ia ingin membagikannya pada teman-temannya. Begitu masuk ke nurse station, Ratih yang sedang menata obat di rak langsung menoleh dan berteriak, “Alea! Ya ampun, Alea beneran ini kamu?” Alea tersenyum lebar. “Iya, ini aku. Kangen banget sama kalian semua.” Mira yang mendengar suara

