133. Kembali Pulang Ke Rumah

2001 Kata

Mama Kristi baru saja menata vas bunga di ruang tamu ketika suara pintu depan terbuka. Ia menoleh, dan mendapati Kaisar masuk dengan wajah yang sumringah. "Dih, tumben pulang sudah senyum-senyum," ujar Kristi dengan nada menggoda, menatap curiga pada putra sulungnya yang biasanya pulang dengan ekspresi tegang karena pekerjaan. Kaisar menaruh kunci mobil di meja, lalu duduk di sofa sambil menyandarkan punggung. Senyum di wajahnya belum juga hilang. "Kalau lagi senyum tandanya sedang bahagia, Ma," ujarnya santai. Kristi mengangkat satu alis. “Bahagia? Sejak kapan kamu bahagia kalau bukan karena Alea?” Nada suaranya berubah jadi setengah menyindir, setengah penasaran. Kaisar langsung menoleh, senyumnya melebar. "Ya jelas karena Alea lah, Ma." Kristi tertawa pendek. “Nah, kan! Mama udah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN