142. Rujak Mangga Muda

1050 Kata

Ini adalah minggu terakhir dirinya bekerja di rumah sakit ini dan rasanya begitu berat sekali. Pekerjaan yang sudah dia jalani selama beberapa tahun terakhir terpaksa harus dia tinggalkan. Hidup itu memang harus memilih. Sebenarnya, jika dia mau terus bekerja ya masih bisa. Toh, banyak juga para pekerja perempuan yang hamil tapi masih bisa menjalankan rutinitas sehari-hari tanpa masalah. Tapi, Alea berpikir jika dia tetap bekerja maka yang ada hanya akan menyusahkan orang lain saja. Terutama Kaisar. Selain itu pasti Kaisar dan kedua mertuanya akan cemas padanya sehingga setelah melalui pemikiran berhari-hari Alea memutuskannya untuk resign dan fokus pada kehamilan. “Alea?” Alea menoleh. Seorang pria dengan jas putih berdiri beberapa langkah darinya. Dokter Andika. Sosok yang dulu sangat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN