Kelana 86

2092 Kata

“Terima kasih ya untuk hari ini,” ucap Kelana pada semuanya. Sementara Panji saat ini tengah menggandeng Reina, entah sejak kapan mereka akrab, Reina juga terlihat senang digandeng oleh Panji. Kelana hanya bisa tersenyum melihatnya dan tidak bisa mencegah Reina, karena kesenangan Reina adalah yang utama baginya juga. Mereka semua naik ke mobil, Reina duduk dipangkuan Panji dikursi depan dekat kemudi, Kelana sudah memanggil Reina, namun Reina menolaknya. Kelana hanya bisa menggelengkan kepala dan tak tahu bagaimana caranya membujuk Reina lagi. “Reina, kasihan Paman Panji, ayo sini,” ajak Kelana. “Paman gak apa-apa kan Reina di sini?” tanya Reina. “Gak apa-apa dong,” jawab Panji. Kelana menggelengkan kepala dan Iza menoleh melihat Kelana yang tidak tahu harus berbuat apa. Karena Reina

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN