Kelana 57

1741 Kata

Kelana menebus obat yang sudah di berikan oleh para staf farmasi, ia pun hendak melangkah meninggalkan tempat, namun sebuah suara memanggilnya. “Kamu Kelana, ‘kan?” tanya wanita yang berhijab itu. “Iya. Siapa ya?” “Perkenalkan nama saya Menik,” ucap wanita itu. “Saya kemari mau jenguk Gus Adnan.” “Oh iya. Silahkan. Kebetulan saya mau ke sana juga,” kata Kelana membuat Menik tersenyum simpul, terlihat seperti wanita terhormat dan kalem, namun Kelana tidak tahu kenapa Menik datang sendirian. Kelana juga baru melihat Menik hari ini, ia tidak pernah tahu tentang gadis cantik yang kini berdiri kalem disebelahnya. Kelana dan Menik berjalan berdampingan dan tersenyum menoleh melihat Kelana. “Eh iya.” Menik menghentikan langkah kakinya, begitupun dengan Kelana. “Ada apa?” “Nama saya Menik,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN