Surga Yang Dibagi

1082 Kata

“Gus? Kenapa kita berhenti di sini? Bukankah kita seharusnya ke Kudus, ya?” tanyaku pada Gus Yusuf yang sudah memarkirkan mobil di sebuah garasi, rumah yang cukup mewah. Gus Yusuf tak menjawab, aku tidak mengerti kenapa dia tidak menjawab padahal apa yang ku tanyakan serius dan penting, justru Gus Yusuf lebih memilih membangunkan Marwah dibandingkan memedulikan aku. Beberapa saat kemudian Marwah pun terbangun dari tidur nya, “Gus? Apakah kita telah sampai?” Marwah menatap ke arah sekitar. “Ya, kita sudah sampai, alhamdulilah sebelum sore pun perjalanan telah dipermudah,” sahut Gus Yusuf. “Anisa?” panggil Marwah. “Hmm, iya? Kenapa? Ada apa, Marwah?” Ku tanya dia seperti itu agar dia langsung menjelaskan. “Kamu tahu ini bukan Kudus, kan? Kita memang tidak akan ke Kudus untuk saat ini,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN