Menyaksikan Lagi

1046 Kata

“Tahu gak? Ini makanan kok kayak nggak ada gurih-gurih nya sama sekali, sejak awal aku emang ragu, kamu bisa masak nggak, sih, Anisa?” Bahkan aku juga belum duduk bersama mereka, karena aku masih sibuk merapikan rumah, tetapi sudah mendapatkan hinaan seperti itu dari madu ku sendiri. Benar-benar keterlaluan, sebentar baik dan sebentar lagi licik, sebenarnya apa yang diinginkan oleh Marwah? Aku yakin dia hanya terobsesi dengan Gus Yusuf, aku bisa merasakan itu. Cinta bukan perihal memaksa, tetapi perihal ikhlas. Jika sejak awal Marwah memang tulus mencintai Gus Yusuf, mungkin sejak awal juga dia akan mengikhlaskan pernikahan ku ini, walaupun hanya melalui perjodohan. “Udah nggak becus masak, mana kalau dikasih tahu nggak pernah didengar, rese banget,” cetusnya, Marwah sudah keterlaluan.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN