EPILOG

2932 Kata

Aku berharap, kejadian ini adalah penutup dari masalah yang pelik. -Rama- Mereka berempat kini menatap pintu putih itu dengan seksama. Bermacam-macam perasaan hadir disaat bersamaan. Hingga pada akhirnya Nakula melangkah masuk mengawali ketiga temannya, setelah itu Dewa dan Naya ikut masuk ke dalam ruangan. Berbeda lagi dengan Sinta yang kini hanya menatap kosong ruangan di depannya. Jujur saja, jauh di lubuk hatinya yang terdalam Sinta belum siap untuk bertemu dengan seseorang. Seseorang yang telah berani berkorban demi keselamatan dirinya. Dia adalah Rama. "Sin, kenapa bengong? Ayo masuk sini," ajak Naya dengan tangan yang melambai. Sinta mengerjab, merasa semakin bimbang. Naya berdecak kemudian menghampiri Sinta. Mengapit satu tangannya kemudian dia seret untuk memasuki ruangan bern

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN