Papa Yang Bijaksana

1359 Kata

Ini hidupmu dan itu tubuhmu jadi jangan mau dijadikan boneka hidup orang lain terlebih itu adalah orang tuamu. -Rama- Rama pulang ke rumahnya setelah duduk diam merenung di taman. Kini dia sudah tiba di rumahnya langsung memasukan motor besarnya dan masuk ke dalam rumah lewat pintu belakang. Sembari membuka helmnya Rama mengacak rambut hitamnya yang berantakan karena baru saja memakai helm full facenya. Rama melirik ke sebuah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul sembilan lebih tiga puluh menit. Rama merogoh ponselnya mengecek pesan yang dia kirim ke Sinta pada setengah jam yang lalu tapi ternyata pesan itu hanya terkirim belum dibaca ataupun di balas oleh Sinta. Rama merasa khawatir dengan Sinta namun dirinya juga tidak bisa nekat menemui Sinta karena Sinta sedang marah kepadanya. Se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN