Ayda. Meskipun pada akhirnya ia berhasil memiliki raga sang pria pujaan. Namun tidak dengan hati dan kasih sayangnya. Ayda masih termenung setelah mendengar kalimat yang diucapkan Abizard. Perlahan air matanya mengalir tak terbendung lagi. Dengan terduduk di tepi tempat tidur, Ayda terisak meratapi nasibnya. Setelah kurang lebih lima menit, Ayda meratapi perkataan sang suami yang saat ini sudah membersihkan diri di kamar mandi. Kini ia bangkit lalu menghapus air matanya. Dengan cekatan ia menyiapkan segala keperluan sang suami tercinta. Setelah semuanya selesai, Ayda bergegas menggunakan kamar mandi di bagian luar kamar mereka. Setelah ia berbenah diri, keduanya kembali bertemu di meja makan. “Apa boleh aku berangkat bersamamu hari ini, Bi?” tanya Ayda, “kebetulan aku juga ada keperluan

