Abizard masih belum mampu menguasai dirinya atas informasi yang diterimanya dari sang adik. Sepertinya ingin sekali ia ingin langsung menemui, Amir di kamarnya akan tetapi masih saja ia terdiam di tempatnya saat ini. Bagaikan disambar petir di siang hari, Abizard tak berdaya. Ia masih belum percaya dengan apa yang dikatakan oleh sang adik. “Apa yang dikatakan Amir benar adanya?” gumam, Abizard masih saja tidak dapat mempercaya kebenaran cerita―. “Sepertinya aku benar-benar harus menemui Amir untuk memastikan semuanya.” Setelah berucap pada dirinya sendiri, Abizard bangkit dari duduknya. Ia bergegas menemui Amir yang berada di kamarnya. Abizard tampak menyiapkan diri untuk benar-benar meyakin bahwa apa yang didengarnya tidak salah. Terlihat ada sedikit keraguan pada wajahnya. Tok! Tok!

