“Kamu tahu, Ayu. Karena kecerobohan kamu bisa saja saat ini Alma sudah berada di dalam bahaya! Ya sudahlah. Tidak ada artinya saya marah sama kamu saat ini!,” ujar Aimal terdengar agak menyeramkan, “ketika nanti kamu lihat saya di sana dengan anggota yang tidak kamu kenal. Maka itulah saatnya kamu, harus rela mati untuk Almahyra. “Baik Pak. Saya akan terima semua konsekuensi dari keteledoran saya,” sahut Ayu dengan wajah yang sayu. Dan mata yang berkaca-kaca. “Ya sudah. Bersiaplah. Karena saya yakin tidak akan lama lagi.” “Saya selalu siap, semenjak pertama kali saya menerima tawaran ini.” “Bagus!” Tut! Tut! Suara terakhir yang terdengar setelah satu kata terakhir. Entah mengapa, kata tersebut seakan memberikan energi negatif yang membuat bulu kuduk meremang. Ayu terlihat lemas. Dia

