Kamu

3419 Kata

“Kamu tahu, Ayu. Karena kecerobohan kamu bisa saja saat ini Alma sudah berada di dalam bahaya! Ya sudahlah. Tidak ada artinya saya marah sama kamu saat ini!,” ujar Aimal terdengar agak menyeramkan, “ketika nanti kamu lihat saya di sana dengan anggota yang tidak kamu kenal. Maka itulah saatnya kamu, harus rela mati untuk Almahyra. “Baik Pak. Saya akan terima semua konsekuensi dari keteledoran saya,” sahut Ayu dengan wajah yang sayu. Dan mata yang berkaca-kaca. “Ya sudah. Bersiaplah. Karena saya yakin tidak akan lama lagi.” “Saya selalu siap, semenjak pertama kali saya menerima tawaran ini.” “Bagus!” Tut! Tut! Suara terakhir yang terdengar setelah satu kata terakhir. Entah mengapa, kata tersebut seakan memberikan energi negatif yang membuat bulu kuduk meremang. Ayu terlihat lemas. Dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN