Theo selalu saja mengomeli Queen untuk tidak melanjutkan acara belanja mereka lagi. Pria tampan itu terlalu khawatir dengan Queen yang sedang hamil besar itu. Namun, Queen sama sekali tidak mendengarkan ucapan Theo. Wanita cantik itu tetap saja melanjutkan acara shoppingnya seolah tidak lelah sama sekali meskipun membawa-bawa perut besarnya kemana pun. Apalagi yang bisa Theo lakukan dalam menghadapi kekerasan kepala istrinya. Ia hanya bisa menyuruh para bodyguardnya untuk selalu siaga lewat ponsel. "Kak, pulang yuk. Queen udah capek." Pria tampan berusia dua puluh tujuh itu baru bisa menghela nafas lega mendengar ucapan Queen. Akhirnya pulang juga, batinnya. "Mau ku pijit dulu gak kakinya biar lebih enakan?" Tawarnya. Queen menggeleng pelan lalu menyandarkan kepalanya di bahu lebar T

