Part 23. Harapan

667 Kata

Setelah selesai mengeringkan rambut Kak Theo, aku juga di suruh untuk membantunya berpakaian. Benar-benar seperti anak kecil Kak Theo ini. Nanti kalau aku punya anak gimana ya? Apakah dia akan merengek juga untuk di bantu berpakaian? Haha. Nanti jadi dua dong anakku. Satu bayi kecil dan satu lagi bayi besar. Ketika sudah selesai membantunya berpakaian, Kak Theo langsung menggendongku ke ruang makan untuk makan malam. Aku tidak protes sama sekali karena itu hanya akan sia-sia saja. Setibanya di sana, ia menurunkanku dengan begitu hati-hati lalu mengusap puncak kepalaku sekilas. "Jangan lupa makan yang banyak supaya anak kita sehat, bee." "Tergantung keadaan perut Queen sih." Kikikku. Kak Theo pun terkekeh geli juga. Dia duduk di sebelahku. "Kita makan dalam satu piring aja ya? Kasihan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN