Part 25. Kehilangan

843 Kata

Wajah Kak Theo terlihat aneh semenjak menerima telepon, entah dari siap itu. Karena penasaran aku langsung menanyakan hal itu padanya namun Kak Theo tidak menjawab. Dia malah menatapku khawatir seakan terjadi sesuatu yang buruk padaku. Sekali lagi aku menegaskan padanya untuk menjawab pertanyaanku. Kak Theo menghela nafas kasar seolah punya beban yang berat. Kak Theo duduk di sampingku. Memeluk tubuhku erat. "Janji kamu gak panik duluan mendengar apa yang aku katakan, bee." Mendengar ucapannya, aku menjadi ketar ketir sendiri. Aku takut terjadi sesuatu yang buruk sehingga dia berkata seperti itu. Tidak mungkin kan terjadi sesuatu yang baik mengingat dia berkata seperti itu. Ada apa ini sebenarnya? Apa yang terjadi? "Janji, bee?? Janji kamu tenang 'kan mendengar apa yang aku katakan."

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN