Kedua kaki itu melangkah pelan menyusuri jalanan kompleks perumahan yang nampak sepi di malam hari. Terus melangkah dengan kepala tertunduk, memikirkan sebuah rasa yang tak pernah terbalas. Ia pikir, dengan mengucapkannya semuanya akan lebih mudah. Namun, ternyata ia salah, karena justru rasa sakit itu semakin terasa. Cinta, apakah salah jika Mahesa menginginkan hal sama dari wanita yang ia cintai? Apakah salah jika ia menginginkan perasaannya terbalas? Mahesa tahu jika akan seperti ini akhirnya, akan seperti ini jadinya. Sebuah risiko yang ia dapatkan jika ia mengungkapkan rasa yang ia memiliki. Ia tahu, bahwa pada akhirnya ia akan ditolak. Bibir itu tersenyum tipis, menunjukkan keadaan hati yang teriris. Sanggupkah ia mempertahankan rasa ini? Karena berjuang sendiri tidaklah semudah it

