BAB 30 - DASAR LEMAH

1665 Kata

Vespa itu terus melaju menyusuri jalanan Kota Surabaya yang bahkan semakin ramai, tidak heran karena ini adalah malam minggu, malam di mana para pasangan muda-mudi menghabiskan waktu bersama, untuk bercanda dan bergembira. "Kamu tau nggak? Aku rasanya bahagia banget malam ini," Mahesa tersenyum senang, seraya menatap jalanan yang cukup terang di depannya. "Aku bahagia karena akhirnya kita bisa saling dekat, akrab, layaknya suami istri yang normal," Milla mengernyit heran. "Jadi menurut kamu, selama ini kita nggak normal?" "Tentu aja! Bisa-bisa kamu masih nanya," Mahesa mendengkus kesal, "coba kamu pikirkan, pernikahan normal mana yang bicaranya pakai bahasa formal kayak di kantor? Lalu pernikahan normal mana yang istrinya selalu meminta untuk berpisah?" Mahesa tersenyum kecut, akankah

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN