BAB 15 - SEBUAH PELAJARAN

2004 Kata

Mahesa bergegas, menghampiri Milla yang merosot jatuh karena kedua orang yang menahannya melepaskan pegangan mereka begitu saja ketika melihat Mahesa datang. Namun, sebelum tubuh itu menyentuh lantai, dengan cepat Mahesa menahannya. “Mahesa?” Milla mengernyit, melihat Mahesa yang menatapnya khawatir. Bibirnya meringis, menahan sakit pada luka di tangannya. “Iya, Milla, ini aku.” Mahesa meringis menatap darah pada luka Milla yang terus mengalir. Lalu, dengan gerakan cepat, pria itu mengangkat tubuh Milla dan menggendongnya ala bridal style. Sejenak ditatapnya Nella dan juga Ana yang menatap Milla khawatir. “Nella, jaga mereka bertiga! Dan, Ana, panggil petugas keamanan!" Kemudian, tanpa menunggu jawaban dari mereka, dengan langkah tergesa Mahesa membawa Milla melangkah keluar dari kamar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN