“Dia adalah milikku!” Deg Suara itu, suara seorang pria yang sudah begitu terdengar akrab di telinganya. Suara dari seorang pria yang telah menemani hari-harinya beberapa bulan ini. “Pak Maheasa?” Dengan cekatan Nella berdiri dari duduknya dan menunduk hormat ke arah atasannya yang kini tengah bediri dengan angkuh di belakang Milla. Nella sedikit tertunduk takut, terlalu asyik mengobrol dengan Milla dan yang lainnya ia sampai tidak menyadari keberadaan Mahesa di sana. Apa Mahesa mendengar semua percakapan mereka tadi? Bisa mampus Nella jika Mahesa mendengar ucapannya yang menuduh Milla berselingkuh darinya. Tanpa menghiraukan sapaan penuh hormat dari Nella, Mahesa lebih memilih untuk menghampiri Milla yang kini tengah menatapnya dengan pandangan yang sedikit terkejut. Dengan tangan kir

