“Sa, kok gitu sih responnya?” celetuk Yenny ketika melihat respon yang diberikan Asa dan Jay yang seolah-olah tidak percaya dengan semua yang telah di dengarnya dari Harry. “Hm, bukan begitu Yen. Masalahnya kamu kenapa ngga pernah ngabarin aku kalau udah pacaran sama Om Harry. Ya wajar dong aku terkejut.” “Iya, kita aja jarang ketemu karena libur semester. Kamu juga jarang bisa diajak jalan.” “Teman kamu sekaligus istri saya itu lagi hamil. Jadi, ngga boleh sering jalan-jalan keluar rumah, nanti dia capek.” timpal Jay. “Iya tahu. Tapi, yang dikatakan Bang Harry itu benar, kami sudah pacaran.” tutur Yenny dengan senyum manisnya, matanya terlihat melirik Harry dengan tatapan penuh cinta. “Iya, benar kata Yenny. Maaf, kalau membuat kalian terkejut.” tambah Harry. “Iya gak apa-apa. Mulai

