Keesokan harinya Ting! Jay yang baru saja menuruni tangga dengan setelan jas hitamnya yang sudah rapi, sontak mengalihkan pandangannya ke arah pintu luar dengan dahi yang mengernyit ketika mendengar bel yang berbunyi. Kakinya pun tergerak melangkah untuk membukakan pintu. Ceklek. “Sia—“ ucapannya terhenti ketika tidak mendapati seorang pun yang berada di sana. Namun, matanya tak sengaja menangkap sebuah totebag biru tua yang tergeletak di lantai. Jay melirik ke kanan dan ke kiri mencoba untuk mencari keberadaan orang yang telah meletakkan totebag biru tua ini di sini. Pasti orang tersebut masih belum jauh, begitulah pikirnya. Ketika tak mendapati satu orang pun yang berada di sekitar area apartemennya. Ia pun mengambil totebag tersebut lalu memeriksa isi di dalamnya. Ia mendapat

