Weekend pun kembali tiba, hari ini Jay berencana belanja bulanan untuk isi dapur yang sudah menipis. Awalnya dirinya ingin pergi sendiri, namun karena Asa yang merengek minta ikut dan berakhir lah dengan Asa yang ikut menemaninya. Kini mereka sedang berada dalam perjalanan menuju pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta. “Nanti, jangan minta macam-macam pas sudah di sana.” celetuk Jay dengan pandangannya yang terlihat tetap fokus pada jalanan di depannya. Dirinya seolah-olah tahu isi pikiran istrinya saat ini. “Iya. Oya Om jadi nanti kita makan siang di sana?” “Iya, sekalian saja. Kamu ngga usah masak hari ini, beli aja.” jawabnya dengan santai. Asa mengangguk dengan bibir yang sedikit dimajukan. “Susah ya kalau jadi istri sultan.” “Memangnya kamu ngga senang jadi istri saya?” “Ohh

